Peran Mesir dalam kemerdekaan Indonesia

Delegasi Indonesia Berfoto Bersama Dengan Hasan Al-Banna
Peran Mesir Dalam Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Mesir  adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan negara maju di Afrika. Dan salah satu hal yang menjadikan mesir spesial bagi warga negara Indonesia adalah Mesir merupakan Salah satu negara yang banyak memberi kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Adapun Kontribusi yang diberikan Mesir Diantaranya 
Negara Pertama yang Mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia
Pada tanggal 22 Maret 1946 pemerintah Mesir mulai mengakui kemerdekaan Indonesia secara defacto. Kemudian berlanjut pada 12 Juni 1947 dengan mengakui Indonesia secara de Jure menjadikan Mesir sebagai negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu.  Adapun dalam hal  kebijakan yang dilakukan pemerintah Mesir untuk mendukung pemerintahan Republik Indonesia saat itu Antara lain :

  1. Pemerintah mesir mulai mengakui kartu pengenal yang dikeluarkan panitia Pusat Pembela kemerdekaan Indonesia bagi warga Indonesia di Timur Tengah yang mana sebelumnya kartu pengenal merupakan buatan dari pemerintahan  Hindia-Belanda.
  2. Mengangkat Panitia Pusat Pembela kemerdekaan Indonesia sebagai perwakilan RI sementara yang sebelumnya berada di tangan pemerintahan Belanda.
  3. Pemerintah Mesir mencabut izin ekspor beras ke Arab Saudi bagi ribuan warga indonesia disana yang dilakukan oleh  kedutaan Belanda dan mengalihkannya ke panitia Pusat Pembela Kemerdekaan Indonesia.
  4. Memperlakukan panitia Pusat Pembela kemerdekaan Indonesia sebagai perwakilan penuh, dengan membebaskan pengiriman beras tersebut dari bea cukai. 
  5. Pemberian hutang kepada pelajar indonesia di timur tengah sebagai pengganti hutang yang diberikan belanda sebelumnya. Dimana orang Indonesia waktu itu menolak pemberian hutang oleh belanda karena pada saat itu Belanda memberi syarat apabila hendak dipinjam kan uang maka mereka tidak boleh mendukung proklamasi kemerdekaan yang dilakukan di Indonesia dan harus mendukung Belanda sebagai pemerintahan yang sah.
Tempat Pendirian kedutaan pertama Indonesia sesudah proklamasi
Pembukaan kedutaan R.I pertama dengan kuasa penuh dilakukan pada Oktober 1947 di Mesir . Dimana saat itu Mesir menjadi tempat delegasi diplomat tetap R.I sampai Belanda benar-benar mengakui kemerdekaan dan Indonesia pada akhir tahun 1949. Dikarenakan salah satu syarat berdirinya sebuah negara adalah memiliki perwakilan di luar negeri sehingga hal ini memberikan kontribusi yang besar dalam status negara Indonesia yang baru merdeka pada waktu itu.
Utusan Luar negeri pertama yang datang ke Indonesia
Pada tanggal 13 Maret 1947, seorang konsulat jenderal Mesir di Bombay dan utusan istimewa Liga Arab yang bernama Muhammad Abdul Mun’im tiba di Indonesia, dengan di dampingi oleh Sultan Sjahrir serta disambut oleh khalayak ramai dengan meriah dan bersemangat. 
Yang mana kepada wartawan ia mengatakan bahwa Adapun tujuan kedatangannya adalah sebagai wakil dari pemerintah Mesir yang ingin membuka hubungannya dengan Indonesia dan membatalkan perjanjian udaranya dengan Belanda. akan tetapi sebelum itu otoritas belanda berusaha menghalangi kedatangnnya ke Indonesia dengan cara mempersulit urusan formalitasnya bahkan ia tidak diizinkan untuk menumpang pesawat Belanda.
Negara pertama yang mengadakan perjanjian persahabatan dengan Indonesia setelah merdeka
Pada tanggal 10 juni 1947 Mesir dan Indonesia resmi menjalin hubungan diplomatik dengan mengadakan perjanjian persahabatan dan perdagangan. Dimana saat itu pihak mesir diwakili oleh menteri luar negeri sekaligus merangkap perdana menteri mesir yaitu Mahmud Fahmi Nokrasyi dan dari pihak Indonesia diwakili oleh Haji Agus Salim
Dukungan penuh yang di berikan Raja Mesir untuk kemerdekaan bangsa Indonesia
Pada 9 juni 1947 , setelah mesir mengakui kedaulatan Indonesia secara penuh. Delegasi Indonesia kemudian mengadakan jamuan terhadap pembesar-pembesar mesir dan liga Arab sebagai ungkapan terimakasih atas dukungan pemerintah Mesir dan Liga Arab terhadap kemerdekaan Indonesia .yang menjadi kejutan dalam acara tersebut adalah  Raja Mesir Farouk I  hadir secara incognito (menyamar) dalam acara resepsi pengakuan kedaulatan Indonesia secara defacto dan dejure yang mana kehadiran raja mendapat komentar pertanda hubungan persahabatan Mesir dan Indonesia, Karena waktu itu raja Faruk merupakan simbol perlawanan terhadap pemerintah inggris yang memboncengi belanda. Dukungan tersebut kemudian diperkuat  Pada Agresi Belanda I, dimana raja faruk dari mesir  meminta kepada rakyatnya untuk membaca Alfatihah bagi warga Indonesia yang sedang menghadapi agresi Belanda. yang kemudian  raja Mesir Faruk I membicarakan persoalan itu dengan perwakilan tiga negara yang terlibat di Indonesia antara lain, Inggris, Belanda dan Amerika Serikat.
Pemboikotan kapal-kapal Belanda oleh Buruh Port Said dan Suez Sebagai balasan atas tindakan Agresi Belanda 
Pada tanggal 10 Agustus 1947 dikabarkan bahwa kapal-kapal yang membawa serdadu belanda diberitakan  akan tiba di terusan Suez Semenjak Belanda melancarkan Agresinya , Sehingga, Panitia Pusat Pembela Kemerdekaan Indonesia kemudian menghubungi pihak berwenang Mesir untuk membicarakan hal tersebut. Pihak Mesir saat itu ingin membantu Namun akibat perjanjian 1888 yang memberi setiap kapal kebebasan lalu lintas di pelabuhan tersebut sehingga pemerintah mesir tidak dapat menutupnya. Maka dianjurkan para buruh yang sebagian besar merupakan anggota ikhwanul muslimin  untuk memboikot kapal-kapal Belanda yang lewat. Walaupun Pemboikotan itu tidak berhasil dan kapal tersebut berhasil lewat (itupun dengan cara diam-diam) namun kapal tersebut tidak berhasil perbekalan di pelabuhan tersebut sehingga mereka baru bisa mendapat perbekalan sampai di pelabuhan berikutnya yang berada dibawah otoritas inggris . Adapun yang ikut serta dalam pemboikotan tersebut berasal dari buruh militant  terutama dari ikhwanul muslimin yang membawa bendera merah putih dan gambar raja Faruk.
Sanksi Luar Negeri Mesir terhadap Belanda atas Agresi Belanda 2
akibat agresi militer belanda 2. Sebagai bentuk dukungan terhadap Republik Indonesia Mesir dan negara-negara Arab lainnya memberikan sanksi kepada belanda berupa : 
A. Pemboikotan Barang-barang buatan belanda diseluruh mesir dan Arab 
B. Pemutusanhubungan diplomatik dengan Belanda
C. Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan lapangan terbang diwilayah Arab terhadap kapal-kapal  dan pesawat udara belanda 
D.  Pembentuka perangkat-perangkat kesehatan untuk menolong korban agresi belanda



Sumber Referensi : M. Zein Hassan Lc. Lt.” Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri”. 1980. PT. Bulan Bintang

8 Responses to "Peran Mesir dalam kemerdekaan Indonesia"

  1. Sejarah jaman sekolah nih paling ingat kalau Mesir yang pertama mengakui negara Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Mesir negara yang pertamakali mengakui kemerdekaan indonesia.... mendukung kemerdekaan negara kita n memboikot belanda di zaman agresi ke 2 ya...
    😊

    ReplyDelete
  3. artikelnya sangat membantu gan. soalnya di pelajaran sejarah saya gak tau bahwa mesir berperan besar untuk kemerdekaan indonesia.. salut untuk mesir

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel